Gaya HidupHumorIdeKhazanah

Dunia Chaos, Pendidikan Menjadi Kompas

Bunga Selasih mekar di taman

Petik setangkai buat ramuan

Terima kasih saya ucapkan  

Atas kesempatan menyampaikan pernyataan

Terkadang, kita merasa bahwa dunia ini semakin hari, semakin ribut. Banyak berita berseliweran di media sosial, mulai dari krisis iklim, konflik kemanusiaan sampai ketimpangan akses pendidikan dan teknologi. Dalam kondisi seperti ini, wajar atau tidak kita bertanya apakah masih ada moral untuk menjadi pegangan bersama?    

Dalam konteks ini, peran dan mandat UNESCO menjadi esensial dan berperan sebagai penuntun moral dan sumber pengetahuan global yang meneguhkan nilai kemanusiaan dan perdamaian. Dengan tujuan inilah, UNESCO harus menjadi kompas etika bagi peradaban dunia. Sejalan dengan prinsip tersebut, Indonesia memandang perlu adanya perlindungan dan dukungan tanpa syarat bagi hak-hak fundamental di zona konflik. Khususnya di Gaza, dimana seluruh elemen peradaban dihancurkan dengan sengaja dan terancam hilang.

Di tengah arus dunia yang semakin cepat. Tanpa kita sadari, anak-anak, pendidik dan pejuang pendidikan sering mendapatkan dampak dari krisis dan konflik yang terjadi. Ketika sekolah hancur, buku dan ruang belajar lenyap, berkuranglah sarana pendidikan yang menjadi harapan bagi masa depan. Dari titik inilah, hati nurani perlu berbicara bahwa persoalan global bukan hanya kepentingan. Melainkan manusia dan martabatnya. 

Kami mendesak komunitas global untuk memastikan keselamatan pelajar, pendidik, jurnalis dan relawan kemanusiaan serta pemulihan total fasilitas pendidikan dan cagar budaya yang rusak. Ini adalah bentuk dari pertaruhan martabat kemanusiaan yang harus kita menangkan dan perjuangkan. 

Indonesia percaya, bahwa solusi atas tantangan global tidak semata-mata terjebak pada kekuasaan atau ekonomi. Akan tetapi pada diri manusia yang tercerahkan melalui pendidikan sains kebudayaan serta komunikasi dan informasi yang membebaskan. Dengan nilai-nilai dasar inilah yang akan membawa kami pada penegasan, bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan tidak boleh ada satupun yang tertinggal. 

Di Indonesia, angka partisipasi sekolah anak usia tujuh sampai dua belas dan tiga belas tahun sampai lima belas tahun masing-masing telah mencapai 99,19% dan 96,17%. Kami baru saja mengeluarkan kebijakan pendidikan bermutu untuk semua sebagai pelaksanaan konstitusi dan asta cita bapak presiden Prabowo Subianto serta sebagai jalan menuju kemanusiaan yang adil dan beradab. Tak hanya itu, kami juga meluncurkan gerakan semesta untuk mempercepat pencapaian tujuan keempat pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan kebijakan presiden Indonesia yang memprioritaskan beberapa aspek berikut:  

  1. Pelajaran mendalam yang menenkan praktik pembelajaran yang lebih berkesadaran dan bermakna serta menggembirakan.
  2. Pengenalan kecerdasan artificial, coding serta penguatan pendidikan karakter 
  3. Peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru sebagai agen pembelajaran dan peradaban.
  4. Pemenuhan gizi anak sekolah melalui program makan bergizi gratis
  5. Pengembangan sekolah rakyat bagi anak-anak dari  keluarga miskin

Selain itu, presiden Prabowo juga meluncurkan program digitalisasi pendidikan dan rumah pendidikan sebagai upaya memberikan layanan pendidikan bermutu bagi anak-anak di daerah terpencil.  

Sebagai negara yang memiliki keragaman hayati dan geologi, Indonesia secara aktif memperkuat kapasitas dalam bidang sains melalui berbagai program UNESCO seperti manusia dan biosfer global geopark dan situs warisan dunia. Pada tahun 2024, Indonesia menjadi tuan rumah forum air dunia kesepuluh yang menekankan pentingnya air sebagai sumber daya fundamental bagi kesejahteraan bersama. Kemudian, Indonesia terus mengembangkan kebijakan open sign dan mendukung upaya UNESCO dalam penerapan etika kecerdasan artificial agar transformasi digital tetap berpihak pada manusia dan menghormati martabatnya. 

Selain itu, Indonesia juga meyakini bahwa kebudayaan adalah jiwa kemanusiaan dan fondasi perdamaian. Kami berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya. Tak hanya itu, kami juga berkomitmen untuk menjadikan kebudayaan sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan. Dalam kaitan ini, Indonesia sedang mempersiapkan pencalonannya sebagai anggota komite antar pemerintah konvensi 2003 pada tahun 2025 dan mengharapkan dukungan dan negara-negara untuk mewujudkan komitmen kami. Indonesia juga mendukung penuh mandat  UNESCO di bidang komunikasi dan informasi. Kami berkomitmen memperkuat perlindungan bagi keselamatan jurnalis serta memperluas literasi media dan informasi. Khususnya bagi kaum muda dan pelajar dengan mengintegrasikan program literasi digital di sekolah-sekolah.

              

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button